Pada Rabu,
15 Juli 2020, mahasiswa
Kukerta relawan covid-19 satgas Universitas Riau yang sedang mengabdi kepada masyarakat sekitar Kota Pekanbaru mulai
melakukan persiapan dalam penyediaan alat
dan bahan untuk pembuatan masker. Kegiatan pembuatan
masker ini merupakan
proker tambahan diluar
proker utama dari Satgas Universitas Riau
sebagai bentuk kreativitas mahasiswa untuk menghasilkan masker kain yang dijahit
sendiri dalam upaya mencegah tertularnya virus covid-19 di masa new normal ini.
Penyediaan dan pengumpulan bahan dilakukan 3 kelompok relawan covid-19 satgas Universitas Riau. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok 8 yang beranggotakan Larissa Jusivani dan Septriyana Wulandari Lase, Kelompok 9 yang beranggotakan Cindy Alfanny Sitompul, Helga Yolanda dan Irfandi Hernaldi, serta kelompok 13 yang beranggotakan Dewi Ayuni, Dithalia Dewanti dan Putri Anani.
Penyiapan alat utama berupa 3 mesin jahit dan pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan dilakukan di rumah salah satu anggota dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB sore hari.
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan masker ini adalah:
1. Mesin jahit
2. Jarum dan benang
3. Kain
4.
Tali
karet
5. Gunting
Awalnya, organisasi kesehatan dunia, WHO, maupun CDC tidak menyarankan untuk menggunakan masker jika tidak sakit atau tidak bekerja di tempat yang berpotensi tinggi untuk terpapar penyakit. Namun berbagai penelitian terbaru tentang perkembangan virus corona atau Covid-19 menyatakan bahwa dikhawatirkan ada kelompok yang tanpa disadari rentan menyebarkan virus corona. Secara teknis memang masker N95 dan masker bedah yang paling efektif menyaring virus hingga 95% lebih efektif dibandingkan masker lainnya. Akan tetapi, virus corona bukanlah virus yang ditularkan melalui udara melainkan dari droplet atau percikan cairan tubuh. Karenanya, masker kain masih bisa berfungsi jika digunakan dengan benar, setidaknya untuk mencegah droplet tersebut mengenai orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar