Pada hari senin, 22 Juni 2020, Mahasiswa Kukerta Relawan Covid-19 Satgas Universitas Riau 2020 yang sedang mengabdi kepada masyarakat melakukan pengemasan terhadap baju Hazmat yang akan digunakan sebagai alat pelindung diri oleh Instansi Kesehatan. Baju Hazmat tersebut nantinya akan dibagikan kepada beberapa instansi kesehatan yang ada di Kota Pekanbaru diantaranya Puskesmas Tampan, RSJ Tampan, Klinik Mercy, dan Lab Biopolar RSUD Arifin Ahmad. Jumlah Keseluruhan Baju Hazmat yang di kemas yaitu sebanyak 65 pcs dan pembagian baju Hazmat ini dilakukan pada esok harinya Selasa (23 Juni 2020) pada pukul 08.00-09.00.
Pengemasan dilakukan secara berssama-sama oleh mahasiswa Kukerta Relawan Covid-19 Satgas Universitas Riau 2020 di Gedung Rektorat dengan penuh antusias.
Hazmat suit merupakan singkatan dari Hazardous material suit. Selain petugas yang bekerja menangani virus penyebab penyakit COVID-19, baju hazmat juga digunakan oleh petugas kesehatan yang menangani virus lainnya, seperti Ebola, SARS, MERS, dan Flu Burung. Baju hazmat sebenarnya bukan hanya melindungi dari virus, namun juga cairan, minyak, atau senyawa kimia yang berbahaya.
Baju hazmat didesain agar kedap, sehingga zat berbahaya tidak mengenai kulitnya. Hazmat suit itu dibuat dari plastik, kain, dan karet khusus. Ada juga yang dilengkapi sumber oksigen. Pakaian ini digunakan di atas pakaian normal, kemudian dipastikan rapat dan tidak ada celah. Bagian pergelangan tangan, kaki, leher, dan pinggang benar-benar ditutup.
Di Amerika Serikat, baju hazmat terdiri dari empat jenis baju yang berbeda, mulai dari level A sampai D. Nah, cara kerja baju hazmat juga berbeda-beda sesuai jenisnya itu.
Baju Hazmat Level A
Baju hazmat level A memiliki perlindungan paling tinggi. Pakaian itu bisa melindungi pemakainya dari uap, gas, kabut, dan partikel berbahaya. Pakaian hazmat level A ini menggabungkan alat bantu pernapasan dan radio dua arah. Karenanya, baju hazmat level A digunakan untuk lingkungan dengan kondisi yang sangat berbahaya.
Baju Hazmat Level B
Kemudian ada baju hazmat level B memiliki perlindungan dari bahan kimia dengan sarung tangan yang memberikan perlindungan dari cairan, namun tidak kedap udara. Tapi, baju ini dilengkapi peralatan pernapasan juga. Pakaian ini digunakan untuk tingkat perlindungan yang lebih rendah sudah cukup.
Baju Hazmat Level C
Baju hazmat level C memiliki bahan yang sama dengan baju hazmat level B tapi bisa dipakai dengan peralatan perlindungan pernapasan tambahan. Biasanya ini digunakan pertugas untuk mendekontaminasi atau menghilangkan kotoran dari pasien atau korban.
Baju Hazmat Level D
Sedangkan baju hazmat level D bisa melindungi tubuh tapi tidak memiliki perlindungan dari paparan kimia. Sehingga biasanya petugas yang memakainya harus menggunakan sepatu dan penutup wajah khusus. Perlindungan yang berbeda-beda itu digunakan sesuai kebutuhan, teman-teman. Misalnya, ilmuwan yang bekerja di laboratorium yang menangani gas berbahaya menggunakan baju hazmat yang berbeda dari ilmuwan yang menangani cairan disinfektan. O iya, baju hazmat harus dilepaskan dengan hati-hati dan harus dilepas sebelum keluar dari area isolasi. Pertama-tama, pemakai baju hazmat harus melepaskan sarung tangan tanpa menyentuh bagian luar karena semua bagian luar dianggap terkontaminasi setelah pemakai melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi. Kemudian, baju hazmat dilepas dengan cara menggulung ke bawah dari ujung ke ujung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar